Gencarkan Dakwah Melalui Social Media Tiktok

        Dakwah merupakan tanggung jawab setiap orang, siapapun dan apapun profesinya dituntut untuk menyampaikan pesan pesan dakwah agar diterima oleh khalayak. Dapat dipastikan bahwa agama Islam ini senatiasa mengajak manusia pada kebenaran, melakukan hal-hal yang baik dan menjauhi pekerjaan yang dilarang oleh Allah. Berangkat dari pemikiran ini maka hakikatnya melakukan dakwah merupakan perintah Allah dan rasul-Nya. Tugas ini dibebankan Allah kepada Nabi Muhammad dan rasul-rasul sebelumnya, berikutnya tugas Dakwah tersebut di tlanjutkan oleh umat nabi Muhammad Saw.

 

Da'i muda tidak hanya menyampaikan saja namun mereka menyusun strategi bagaimana supaya apa yang mereka sampaikan itu dapat diterima baik dan diambil ilmu nya oleh anak-anak muda. Karena terkadang ilmu tentang agama yang disampaikan oleh anak muda dianggap remeh dan tidak jarang lontaran komentar yang disampaikan seperti “ gausah sok suci” kmentar tersebut ternyata menyakitkan. Oleh karena itu pentingnya bagi seorang dai memperhatikan materi, metode, dan objek dakwah demi keberhasilan dan mengajak kepada kebaikan. 

 

Dakwah islam dapat dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari memberi contoh (perbuatan), menyampaikan dakwah secara langsung (perkataan) dan seiring berkembangnya teknologi sekarang dakwah juga bisa dilakukan dengan melalui media online seperti Youtube, Instagram, Facebook dan Tiktok. 

Saat ini sudah memasuki era new media atau media baru. Nah sebelum membahasa lebih detail tentang new media tentu nya kita harus mengetahui dulu apa arti dari new media yaitu kemunculan digital, komputer, atau jaringan teknologi informasi dan komunikasi. New media ini tentunya memiliki karakteristik tersendiri seperti bersifat jaringan, interaktif, dapat diubah, dan user generated content. 

 

Kedatangan new media tentunya menjadi kabar baik karena kita dapat semakin mudah mendapatkan informasi dan melakukan interaksi dengan luas bahkan tanpa mengenal jarak, terutama tentu nya pada generasi milenial.

Dengan adanya new media ini juga berpengaruh pada pola komunikasi para pendakwah yang sebelumnya menggunaka media konvensional dengan cara ceramah secara langsung maupun tidak langsung misalnya menggunakan media radio, media cetak, dan televisi. Dengan perkembangan teknologi yang sekarang hampir semua serba digital.

 

dakwah ini dinamakan dakwah modernitas. Dakwah modernitas adalah dakwah yang  pelaksanaannya  menyesuaikan materi, metode, dan  media dakwah dengan  kondisi  masyarakat  modern (sebagai objek dakwah)  yang mungkin saja situasi dan  kondisi yang terjadi di zamana  modern  itu tidak terjadi pada zaman sebelumnya, terutama di zaman klasik.

Salah satu contoh dakwah modernitas adalah Dakwah melalui social media. Seiring dengan berkembangnya zaman dan teknologi, banyak sekali yang orang yang berdakwah melalui media, salah satunya melalui aplikasi TikTok. Tiktok adalah aplikasi media social yang memungkinkan pengguna nya mengunggah sebuah video pendek atau disebut konten yang berdurasi 15-3 menit. Selain itu tiktok dapat digunakan sebagai alat promosi atau mempromosikan suatu produk, akan tetapi tidak sedikit orang orang yang memanfaatkan tiktok sebagai tempat menyebarkan dakwah ajaran ajaran islam. 

kepopuleran TikTok inilah urgensi dakwah melalui media sosial harus menjadi kesempatan dan peluang bagi orang muslim untuk menyampaikan pesan dakwah kepada para pengguna TikTok. Seorang muslim harus mampu menjawab tantangan dakwah di era digital dengan berinovasi dan kreatif dalam mengemas serta menyampaikan dakwah sehingga pesan dakwah dapat diterima dan efektif dalam merubah perilaku umat Islam. 

Peradaban umat manusia makin berkembang. Selayaknya media dakwah mesti harus menyesuaikan diri.  Di era ini, para pelaku dakwah dan para pengelola lembaga pendidikan dan dakwah mesti punya semangat yang tinggi, kreativitas yang lebih produktif, dan berperan lebih aktif dalam penguasaan digitalisasi. Mengembangkan inovasi berbasis digitalisasi agar penyebaran nilai-nilai Islam lebih terasa dan menyentuh berbagai kalangan masyarakat.

Melalui media social, dakwah bisa tersampaikan dengan baik dibandingkan dengan dakwah melalui acara acara keislaman. Hal ini dimungkinkan karena masyarakat memiliki akun social media. Masyarkat bisa selalu mendapatkan siraman rohani keislaman atau bertanya tentang hal keagamaan secara langsung, kapan pun dan dimanapun tanpa harus datang ke pengajian dan tausiyah. 

“Media social itu lebih orisinil karena langsung dari pendakwah nya asli, jadi integritasnya lebih terga,” kata hilal. 

Namun para pendakwah harus memiliki strategi dalam menyampaikan dakwah agar dapat selalu dibaca dan diikuti masyarakat. Salah satu nya materi dakwah arus relevan dengan masalah atau isu yang sedang menjadi pembicaraan hangat masyarakat. Dengan begitu masyarakat akan tertarik untuk melihat dan dakwah yang dilihat tersampaikan dengan baik. 

 

Gencaran Dakwah melalui media social tiktok merupakan satu inovasi terbaru bagi para da’I dalam menyebarkan, mengajak untuk melakukan kebaikan. Dengan memanfaatkan digitalisasi terasa sangat berdampak positif bagi kehidupan masyarakat. Nyaris semua kalangan pun bisa menikmati konten dakwah di media sosial. Sebaliknya, semua orang juga bisa saling mengingatkan atau berdakwah dengan mempostingnya di media sosial. Begitu besar manfaat media sosial memang sebanding juga dengan dampak buruknya. Tugas kita adalah terus mengkontrol diri dan juga saling mengingatkan kepada sesama muslim terkait penggunaan medsos

a.     manfaat untuk diri sendiri terhadap Allah

kita diwajibkan untuk terus belajar tentang ilmu ajaran islam. Dengan berdakwah, artinya kita juga sudah menjalankan perintah Allah untuk saling menasihati dalam kebaikan. Sebab, muslim yang baik dan beriman akan terus meningkatkan ketaqwaan dengan cara terus mendalami islam dan menjalankan perintah Allah serta menjauhi larangannya.

b.     Jangkauan Luas

Dengan sosial media, kita bisa menjangkau orang secara luas. Sekali share, ada jutaan orang yang bisa melihat postingan tersebut.

c.     Efisiensi waktu

Sekali tebar jaring, ribuan ikan terperangkap. Sekali share, ada jutaan orang yang melihat. Dengan begitu, waktu akan semakin efisien. Misal, seorang pendakwah harus pergi keluar kota, memakan waktu berhari-hari. Jika dengan berbagi video di tiktok, tidak perlu mencapai lokasinya.

Membuat aktivitas dengan video TikTok, Tidak meniscayakan yang membuatnya melakukan yang bertentangan dengan nilai-nilai agama, semisal membuka aurat, menari-nari yang sampai membuka-buka aurat, bersentuh-sentuhan antara laki-laki dan perempuan, atau yang menimbulkan syahwat. Kalau seperti itu, semuanya haram baik dalam konteks video TikTok atau yang misalnya olahraga. Wallahu a’lam

Ustadz Adi Hidayat menyarakan untuk selalu hati-hati dalam menggunakan hal-hal yang bisa menimbulkan fitnah dan berdampak buruk bagi agama. Ustadz Adi Hidayat menekankan untuk memanfaatkan TikTok dengan baik dan melihat yang baik, hindari hal-hal yang memicu timbulnya maksiat karena hukumnya bisa haram. Lakukan dengan apa yang digunakan agar bermanfaat dan membawa kebaikan. Filter konten konten yang yang sekiranya membawa hal baik. 

Maka dari itu meyampaikan dakwah khususnya melalui media social tiktok harus di kemas dengan serangkaian strategi, tutur kata yang menyentuh, Bahasa dakwah yang menarik dan sejuk. Sehingga dapat diterima dengan masyarakat dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari hari. Gencaran Dakwah di social media membawa dampak positif bagi masyarakat menyerukan untuk melakukan kebaikan kapan saja, dimana saja dapat di akses dan tidak akan pernah hilang karena perkembangan teknologi akan selalu maju. 

 

Referensi :

Zain, A. (2019). Dakwah Dalam Perspektif Al-Quran Dan Al-Hadits. At-Taujih: Bimbingan dan Konseling Islam, 2(1).

 

Zulkarnaini. 2015. "Dakwah Islam Di Era Modern." Risalah 26(3):154--57. 

 

https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/20891/1/Tasha%20Bulan%20Suci%20Fanti,%20170401023,%20FDK,%20KPI,%20082295552976.pdf

Komentar